Mini Theater
Saat memasuki gedung museum, Anda akan tiba di sebuah ruangan layaknya bioskop. Inilah ruangan Mini Theater. Ruangan berkapasitas 53 tempat duduk ini dilengkapi sistem audiovisual dan pencahayaan yang representatif untuk sejumlah kegiatan seperti pemutaran film, diskusi, atau seminar.
Di ruang Mini Theater ini, pengunjung juga dapat memperoleh berbagai informasi mengenai profil dan beragam kegiatan yang berlangsung di lingkungan Museum Pendidikan Nasional. Dengan demikian, Anda akan memperoleh informasi awal tentang Museum Pendidikan Nasional sebelum melihat secara langsung beragam koleksi yang ada di dalamnya.
Anda juga bisa memanfaatkan Mini Theater untuk kebutuhan kegiatan Anda. Hubungi kami melalui kontak yang tersedia.

Human Sundial
Bayangkan Anda tidak membawa jam tangan atau ponsel. Bagaimana Anda bisa mengetahui waktu saat itu secara tepat? Sejarah mengajarkan kita tentang pemanfaatan berbagai benda di alam semesta untuk mengatasi masalah. Ya, sundial alias jam matahari adalah salah satu jawabannya.
Saat menuju ke gedung utama museum, Anda akan melalui sebuah taman di sayap kanan gedung. Di sana Anda akan mendapati sebidang lahan berbentuk elips bertingkat tiga dengan alas granit dan keramik warna pastel. Terdapat sejumlah bentuk rupa yang didesain seperti garis jam, kurva, dan sebagainya. Itulah jam matahari.

Jam matahari di Museum Pendidikan Nasional ini merupakan jenis horisontal. Uniknya, penghasil bayang-bayangnya adalah Anda sendiri lewat tinggi badan Anda. Tidak menggunakan gnomon dan style berbentuk segitiga seperti pada umumnya jam matahari. Artinya, Anda dapat melakukan simulasi sendiri dengan menjadikan diri Anda sebagai titik poros pada bidang ellips, di bawah bayangan matahari yang jatuh pada penampang yang didesain berbentuk lingkaran. Jangan khawatir, petugas kami akan membantu Anda melakukan simulasi ini sehingga kita bisa mengetahui waktu dengan tepat sesuai titik bayangan yang tercipta. Menarik bukan?
Open Theater
Open Theater atau Teater Terbuka berlokasi di samping kiri bangunan utama Museum Pendidikan Nasional. Teater Terbuka dapat menampung pengunjung hingga 250 orang serta dilengkapi daya listrik hingga 5000 Watt. Seperti umumnya teater terbuka, area ini cocok dijadikan tempat penyelenggaraan kegiatan yang sifatnya outdoor dan membutuhkan keleluasaan bergerak, seperti pertunjukan musik, seni tari, atau sekadar tempat berlangsungnya sebuah diskusi. Suasana di ruang terbuka ini makin terasa nyaman karena hawa kawasan Bandung Utara yang sejuk tempat kampus UPI berada.
Nah, Anda berminat untuk menggelar kegiatan di sini? Hubungi kami melalui kontak yang tersedia.

Ruang Pameran
Ruang pameran adalah salah satu fasilitas utama museum. Empat dari lima lantai yang ada di gedung Museum Pendidikan Nasional merupakan ruang pameran dengan tema tersendiri. Setiap tema berisi beragam koleksi berupa artefak, replika, foto, lukisan, dan diorama yang membawa pengunjung pada kisah sejarah pendidikan di Indonesia.
Museum Pendidikan Nasional mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pada sejumlah ruang pameran, pengunjung dapat mengakses informasi koleksi museum secara digital melalui smartphone di tangannya. Tentu saja dengan memanfatkan sebuah aplikasi yang telah diinstal sebelumnya. Melalui proses digitalisasi ini, kisah dari koleksi yang dipamerkan menjadi lebih menarik karena tidak melulu konvensional.

Pada lantai pertama, terdapat beragam koleksi yang menceritakan tentang Pendidikan Zaman Klasik (Praaksara), Pendidikan Berbasis Agama, hingga Pendidikan Zaman Kolonial. Selain itu terdapat sejumlah catatan sejarah mengenai menteri pendidikan dari masa ke masa.
Pada lantai selanjutnya, pengunjung masih dapat menikmati cerita mengenai perkembangan pendidikan Indonesia, khususnya ada Zaman Kolonial, Zaman Jepang, dan Zaman Pergerakan Nasional. Berbagai diorama memperjelas pemahaman kita mengenai sejarah pendidikan di Indonesia. Yang tak kalah menarik, di museum ini terdapat diorama kelas Perguruan Tinggi Pendidikan Guru. Berbeda dengan kebanyakan museum di mana koleksinya tidak boleh di sentuh, pada diorama ini pengunjung bisa mencoba duduk di bangku kelas agar merasakan sensasi suasana belajar saat itu. Jangan lupa, Anda juga bisa berswafoto di sini.
Berlanjut ke lantai berikutnya, terdapat koleksi berupa permainan-permainan tradisional, alat musik tradisional khas Jawa Barat, dan tokoh kesenian Sunda. Selain itu, terdapat foto rektor UPI dari masa ke masa serta ruang berupa taman science.
Lantai terakhir dari ruang pameran menyajikan sejarah mengenai UPI dan miniatur kawasan UPI di masa depan. Pada lantai ini juga terdapat ruangan bernama Museum Wirayudha Batara yang berisi koleksi senjata peninggalan para pejuang kemerdekaan.


